Hello

Welcome To My Blog

MISBAHUDDIN HASAN
Semoga Tulisan di Blog ini Bermanfaat Bagi Anda

Recent

Hubungan Filsafat dan Agama (2)


Relasi Agama dan Filsafat
Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa filsafat dan agama adalah dua pokok persoalan yang berbeda, namun memiliki hubungan. Agama banyak berbicara tentang hubungan antara manusia dengan Yang Maha Kuasa, sedangkan filsafat bertujuan untuk menemukan kebenaran.


Oleh sebab itu kita tidak bisa mengasumsikan bahwa agama dan filsafat bertentangan secara mutlaq, karena agama bericara mengenai eksistensi-eksistensi di alam jagat raya ini serta tujuan akhir perjalanan manusia, dan filsafat berbicara mengenai eksistensi. Bahkan agama memberikan sumbangsi besar berupa asumsi-asumsi penting sebagai subyek penelitian dan pengkajian filsafat, sebagaiman yang tercatat Dalam sejarah perkembangan falsafah di yunani, bahwasanya pada masa itu filsafat hanya memiliki 200 masalah dan masuk kedalam islam sehinga bertambah menjadi 700 masalah.

Pertimbangan-pertimbangan filsafat berkaitan dengan keyakinan-keyakinan dan tradisi-tradisi agama hanya akan sesuai dan sejalan apabila penganut agama senantiasa menuntut dirinya untuk berusaha memahami dan menghayati secara rasional seluruh ajaran, doktrin, keimanan dan kepercayaan agamanya. Pada dasarnya filsafat merupakan alat untuk memahami doktrin dan ajaran-ajaran agama. agar manusia bisa sampai pada ketaatan yang sempurna. 

Kesimpulan
 
Agama merupakan objek kajian filsafat untuk memahami secara mendalam ajaran dan doktrin agama. dan menurut hemat penulis, bahwa sanya agama dan filsafat adalah dua pusaka yang harus dimiliki oleh setiap manusia, karena keimanan seseorang akan sempurnah ketika konsep teoritis dan praktis ada pada diri manusia. Yang dimaksud Konsep teoritis adalah filsafat, yang mana ia bertugas menyempurnakan pahaman manusia, ada pun konsep praktis yaitu agama, yang mana ia bertugas menyajikan aturan yang bersifat aksi atau prilaku-prilaku manusia.

Falsafa dan agama harus terus berjalan beriringan, karena manusia dalam mencari pandangan dunia dan ideologi yang benar harus berdasarkan kaedah-kaedah filsafat. contohnya, manusia mengetahui ada awal dari keberadaan dan ada alam selain alam materi, pengetahuain ini hanya mengantarkan manusia pada konsep teoritis saja, dan konsep teoritis ini belum sempurnah, ia harus dibarengi dengan konsep praktis agar manusia bisa sampai pada tujuan penciptaannya yaitu kesempurnaan, dan konsep praktis tersebut diatur oleh agama.

Share this:

PENULIS

Pemuda sapaan Misbah. Kini aktif di berbagai lembaga pendidikan. Sembari menjalani kehidupan sebagai seorang Mahasiswa, juga sebagai penulis lepas

BERGABUNGDENGAN PERCAKAPAN

0 komentar:

Post a Comment

Salam Cinta
NB:
Berkomentarlah dengan bijak
Selamat berkomentar...... :D